Kepercayaan menurut saya adalah modal dalam berbagai kegiatan apalagi dalam bidang usaha (ekonomi). Banyak orang akan terasanyaman apabila dekat dengan orang yang ia percaya. Contoh kecil saja, sewaktu kecil kita akan merasa nyaman bila dekat dengan orang tua kita (akui saja kalau ampe' sekarang masih) karena kita percaya kepada mereka. Baik percaya bahwa akan dijaga, dibimbing, bahkan diberi uang jajan (kalau ada). Atau untuk kamu-kamu pada yang udah rada dewasa dan engga' mau dibilang anak mami dan papi (mungkin anak sapi,,,,hehehe,,,just kidding) rasa nyaman akan orang yang kamu percaya bisa timbul ketika berada di dekat pacar kamu (walaupun orang bilang jelek), apalagi kalau lagi bersemi-seminya (bunga kaleee).
Kita juga pastinya akan melakukan apa saja untuk orang yang kita percaya, walaupun orang lain menganggapnya bersalah (seperti yang terjadi di tipi-tipi, kalau sering nonton gossip juga ada. apalagi yang di sinetron banyak adegan gitu, biasanya pemeran utamanya yang sering ngalami). Betapa nikmatnya bila kita menjadi orang yang dipercaya. untuk itu saya akan berbagi tips untuk temen-temen semua. Sekalian kalau mau tambahkan silahkan komen (komen lah, gratis juga,,,,jarang lho yg gratis jaman sekarang).
Berikut adalah beberapa cara yang juga pernah saya lakukan dan terbukti (lumayan) efektif :
1. Usahakan meminimalisir kebohongan (pengennya sih ga' boleh boong, tp emang susah). Bohong adalah anugrah yang kita miliki (dari moyangnya udah muncul ide tuk bohong) maka sulit sekali kita menghindarinya. Tapi masih ada carany, yaitu dengan meminimalisirnya. Sedikit bicara, maka bisa membantu kita untuk mengurangi 'perbendaharaan kata' (baca:BOHONG).
2. Be your self (bnr ga' y ne tulisan). Menjadi diri sendiri (arti dari yang depan) adalah bagaimana kita tidak banyak mengambil gaya orang lain (bingung juga ngejelasin gaya yang gimana). Seperti gaya bicara, gaya berpakaian, dan gaya lainnya yang bisanya sering muncul d televisi. Pokoknya, jangan terlalu memaksakan diri untuk meniru gaya yang kurang pas untuk kita.
3. Tepati janji. Tentu semua orang tahu bahwa janji adalah hutang (untuk janji ga seperti prosedurnya peminjaman uang di bank berikut jasanya). Orang juga akan lebih dihargai jika kita menepati janji kita.
4. Lakukan dengan efektif dan efisien. Semua ada dalam selogan pemilihan presiden 2009 (Lebih cepat lebih baik maka akan prorakyat setelah itu lanjutkan). Yang dimaksud efekti dan efisien disini adalah bagai mana suatu pekerjaan dapat diselesaikan dengan waktu yang singkat sehingga pekerjaan tidak menumpuk (intinya jangan malas,,,,,hehehe,,)
5. Sering-sering memberikan komentar pada blog saya ini dan silahkan untuk menambahkan yang menurut anda kurang.
Sekian dari saya, mungki ada kata-kata yang kurang berkenan dari saya harap anda menjadi maklum (bukan pak Maklum). Semoga bermanfaat (minimal isi waktu daripada bengong)
Kamis, 27 Januari 2011
Senin, 03 Januari 2011
Lebih Baik Menimbun!
Masalah kelangkaan memang menjadi polemik panjang yang terus saja mengikuti kita dari perjalanan awal hingga di depan nantinya. Mulai dari kelngkaan bahan makanan hingga kelangkaan jati diri. Yang paling sering kita dengar dan juga baru terjadi adalah kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM. Kondisi ini memperparah keadaan diberbagai sektor, seperti naiknya harga kebutuhan pokok dan juga krisis listrik. Satu contoh kasus, kelangkaan bahan bakar minyak jenis premium kembali terjadi di Timika, Papua, dalam satu pekan terakhir sehingga memicu para pedagang menaikkan harga premium eceran hingga menembus Rp 35.000 per 1,5 liter. Salah satu pedagang premium eceran di Nawaripi Timika, Alimudin (30), Kamis (21/1/2010), mengatakan baru sehari menaikkan harga jual premium hingga Rp 35.000 per 1,5 liter mengingat barang tersebut makin langka dan sulit diperoleh( http://pilihanberita.blogspot.com/2010/01/haaharga-premium-di-timika-rp-35000-per.html#ixzz19zdghLT0).
Bagaimana tidak, jika konsumsi akan bahan bakar yang kita ketahui bersama merupakan bahan yang tidak dapat diolah kembali menjadi sebuah kebutuhan yang sangat mendesak diiringi semakin menipisnya cadangan bahan mentah. Baca saja pada situs berikut, http://www.mediaindonesia.com/read/2010/08/08/162071/21/2/Kelangkaan-BBM-akibat-Konsumsi-Melonjak. Memang menjadi polemik bagi kita semua bila kita terus bergantung pada minyak bumi. Maka dari itu kita harus mencari atau membuat alternatif bahan bakar. Seperti pembuatan energi seperti di China yang memanfaatkan jerami untuk dijadikan bahan bakar (http://www.andriewongso.com/awartikel-2048-AW_Corner-Jerami_Sebagai_Bahan_Bakar_Alternatif). Di Indonesia juga ada pembuatan energi alternatif, solar hijau buatan Dr Ir M. Hafnan MEng (http://www.menlh.go.id/home/index.php?option=com_content&view=article&id=3444:SOLAR-HIJAU-BAHAN-BAKAR-ALTERNATIF-BUATAN-DR.-HAFNAN&catid=43:berita&Itemid=73&lang=id). Tidak kalah dengan yang tua, teman-teman dari Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Eva Hapsari dan Annisa, membuat briket serbuk gergaji sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah dan gas.
Nah, yang jadi permasalahannya adalah mengapa bahan alternatif seperti ini tidak dipublikasikan. Ada apa dengan mu. Bayangkan saja, jika kita sudah bisa dan terbiasa dengan menggunakan bahan bakar alternatif, maka kita dapat mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Atau karena birokrasi kita yang menyulitkan itu semua sehingga publikasi tidak sampai pada masyaraat luas. Atau juga para elit (baca:pelit) yang takut tersaingi jikalau bahan bakar alternatif lebih diminati, sehingga keuntungan mereka berkurang.
Semoga saja alasannya bukan karena Inin membuat kebodohan bangsa semakin parah (lebih mudah menimbun sesuatu dengan bekerja sama dengan aparat agar tidak disita sehingga bisa dijual dengan harga tinggi). Dan semoga saja kita bisa bertindak lebih bijak dalam menggunakan bahan bakar. Amieeen,,,
(hehe,,,maaf kurang nyambung dengan judul,,,,sengaja,,,,:D)
Langganan:
Postingan (Atom)