Tulisan ini mungkin asda hubungannya dengan judul yang lalu, "Lebih baik Menimbun".
Suatu ekspresi kebingungan dari saya sendiri dan pastinya (nebak) anda para pembaca. Coba anda fikirkan dari dulu harga minyak naik terus (walaupun bukan hanya minyak yang terus naik) tapi yang say amaksudkan adalah bagaimana semua barang tidak naik jika sumber energi utamanya naik lebih dulu.
Kita pastinya tahu apa itu minyak. Sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui. Maka kita hendaknya mencari sumber energi alternatif lain yang sekiranya lebih banyak dan mudah untuk di dapatkan serta diolah. Suatu contoh kita dapatkan dari negara Jerman yang menerapkan listrik tenaga surya pada setiap rumah penduduk. Memang, hal ini seperti membangun negri dongeng jika diterapkan di negara kita. Bukannya mengapa, lihat saja daerah-daerah yang kita miliki. Terpisah jarak, ruang dan waktu. Bagaimana semua bisa diatur dengan baik dan mudah, belum lagi permasalahan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang telah menjadi budaya. Serta budaya molorkan waktu juga yang tidak lebih bahaya dari ketiga virus yang telah saya sebutkan tadi.
Kembali ke pokok masalah yang ingin saya angkat, mari kita berfikir sejenak tentang sebenarnya apa penyebab masalah energi ini. Ok, anda dapat berpendapat dan memberikan komentar di bawah. Berikiut, izinkan saya terlebih dahulu menebak apa yang menjadi masalah kelangkaan dan masalah seputar minya.
1. Pengolahan yang terjadi di negri kita adalah pengolahan setengah jadi. Minyak setengah jadi itu dikirim ke luarnegri untuk diolah kembali. Bayangkan, berapa uang yang harus kita keluarkan untuk pembiayaan pembuatan minyak jadi, Premium, Minyak tanah, dsb.
2. Ketidak pedulian terhadap hasil karya naka bangsa. Pernah saya mendengar dan melihat di salah satu saluran televisi tentang motor yang memberitakan bahwa ada mekanik yang membuat motornya berjalan dengan menggunakan gasLPJ, bahkan ada yang menggunakan air. Tapi sekarang mereka kemana?? Tidak ada lagi kabar beritanya. Apakah karena ketakutan akan menyaingi perusahaan pemegang pengedaran minyak dinegeri ini? Atau politik yang mengubur beritanya? kita tidak tahu, hanya orang 'di atas' yang tahu.
3. Semakin bnyaknya kendaraan yang masuk ke negri kita. Dengan apa menjalankan sebuah mobil atau motor kalau tidak menggunakan bensin atau solar?? Tetapi semakin mudah saja kendaraan didapatkan. Entah hal ini mengapa bisa dibiarkan oleh 'mereka'. Malahan yang dikorbankan adalah para rakyat kecil. Dengan cara mencabut subsidi secara perlahan tapi pasti.
Sekarang giliran anda sekalian untuk menambahkanya. Terimakasih.
Minggu, 29 Mei 2011
Kamis, 27 Januari 2011
Menjadi Orang Yang Bisa Dipercaya
Kepercayaan menurut saya adalah modal dalam berbagai kegiatan apalagi dalam bidang usaha (ekonomi). Banyak orang akan terasanyaman apabila dekat dengan orang yang ia percaya. Contoh kecil saja, sewaktu kecil kita akan merasa nyaman bila dekat dengan orang tua kita (akui saja kalau ampe' sekarang masih) karena kita percaya kepada mereka. Baik percaya bahwa akan dijaga, dibimbing, bahkan diberi uang jajan (kalau ada). Atau untuk kamu-kamu pada yang udah rada dewasa dan engga' mau dibilang anak mami dan papi (mungkin anak sapi,,,,hehehe,,,just kidding) rasa nyaman akan orang yang kamu percaya bisa timbul ketika berada di dekat pacar kamu (walaupun orang bilang jelek), apalagi kalau lagi bersemi-seminya (bunga kaleee).
Kita juga pastinya akan melakukan apa saja untuk orang yang kita percaya, walaupun orang lain menganggapnya bersalah (seperti yang terjadi di tipi-tipi, kalau sering nonton gossip juga ada. apalagi yang di sinetron banyak adegan gitu, biasanya pemeran utamanya yang sering ngalami). Betapa nikmatnya bila kita menjadi orang yang dipercaya. untuk itu saya akan berbagi tips untuk temen-temen semua. Sekalian kalau mau tambahkan silahkan komen (komen lah, gratis juga,,,,jarang lho yg gratis jaman sekarang).
Berikut adalah beberapa cara yang juga pernah saya lakukan dan terbukti (lumayan) efektif :
1. Usahakan meminimalisir kebohongan (pengennya sih ga' boleh boong, tp emang susah). Bohong adalah anugrah yang kita miliki (dari moyangnya udah muncul ide tuk bohong) maka sulit sekali kita menghindarinya. Tapi masih ada carany, yaitu dengan meminimalisirnya. Sedikit bicara, maka bisa membantu kita untuk mengurangi 'perbendaharaan kata' (baca:BOHONG).
2. Be your self (bnr ga' y ne tulisan). Menjadi diri sendiri (arti dari yang depan) adalah bagaimana kita tidak banyak mengambil gaya orang lain (bingung juga ngejelasin gaya yang gimana). Seperti gaya bicara, gaya berpakaian, dan gaya lainnya yang bisanya sering muncul d televisi. Pokoknya, jangan terlalu memaksakan diri untuk meniru gaya yang kurang pas untuk kita.
3. Tepati janji. Tentu semua orang tahu bahwa janji adalah hutang (untuk janji ga seperti prosedurnya peminjaman uang di bank berikut jasanya). Orang juga akan lebih dihargai jika kita menepati janji kita.
4. Lakukan dengan efektif dan efisien. Semua ada dalam selogan pemilihan presiden 2009 (Lebih cepat lebih baik maka akan prorakyat setelah itu lanjutkan). Yang dimaksud efekti dan efisien disini adalah bagai mana suatu pekerjaan dapat diselesaikan dengan waktu yang singkat sehingga pekerjaan tidak menumpuk (intinya jangan malas,,,,,hehehe,,)
5. Sering-sering memberikan komentar pada blog saya ini dan silahkan untuk menambahkan yang menurut anda kurang.
Sekian dari saya, mungki ada kata-kata yang kurang berkenan dari saya harap anda menjadi maklum (bukan pak Maklum). Semoga bermanfaat (minimal isi waktu daripada bengong)
Kita juga pastinya akan melakukan apa saja untuk orang yang kita percaya, walaupun orang lain menganggapnya bersalah (seperti yang terjadi di tipi-tipi, kalau sering nonton gossip juga ada. apalagi yang di sinetron banyak adegan gitu, biasanya pemeran utamanya yang sering ngalami). Betapa nikmatnya bila kita menjadi orang yang dipercaya. untuk itu saya akan berbagi tips untuk temen-temen semua. Sekalian kalau mau tambahkan silahkan komen (komen lah, gratis juga,,,,jarang lho yg gratis jaman sekarang).
Berikut adalah beberapa cara yang juga pernah saya lakukan dan terbukti (lumayan) efektif :
1. Usahakan meminimalisir kebohongan (pengennya sih ga' boleh boong, tp emang susah). Bohong adalah anugrah yang kita miliki (dari moyangnya udah muncul ide tuk bohong) maka sulit sekali kita menghindarinya. Tapi masih ada carany, yaitu dengan meminimalisirnya. Sedikit bicara, maka bisa membantu kita untuk mengurangi 'perbendaharaan kata' (baca:BOHONG).
2. Be your self (bnr ga' y ne tulisan). Menjadi diri sendiri (arti dari yang depan) adalah bagaimana kita tidak banyak mengambil gaya orang lain (bingung juga ngejelasin gaya yang gimana). Seperti gaya bicara, gaya berpakaian, dan gaya lainnya yang bisanya sering muncul d televisi. Pokoknya, jangan terlalu memaksakan diri untuk meniru gaya yang kurang pas untuk kita.
3. Tepati janji. Tentu semua orang tahu bahwa janji adalah hutang (untuk janji ga seperti prosedurnya peminjaman uang di bank berikut jasanya). Orang juga akan lebih dihargai jika kita menepati janji kita.
4. Lakukan dengan efektif dan efisien. Semua ada dalam selogan pemilihan presiden 2009 (Lebih cepat lebih baik maka akan prorakyat setelah itu lanjutkan). Yang dimaksud efekti dan efisien disini adalah bagai mana suatu pekerjaan dapat diselesaikan dengan waktu yang singkat sehingga pekerjaan tidak menumpuk (intinya jangan malas,,,,,hehehe,,)
5. Sering-sering memberikan komentar pada blog saya ini dan silahkan untuk menambahkan yang menurut anda kurang.
Sekian dari saya, mungki ada kata-kata yang kurang berkenan dari saya harap anda menjadi maklum (bukan pak Maklum). Semoga bermanfaat (minimal isi waktu daripada bengong)
Senin, 03 Januari 2011
Lebih Baik Menimbun!
Masalah kelangkaan memang menjadi polemik panjang yang terus saja mengikuti kita dari perjalanan awal hingga di depan nantinya. Mulai dari kelngkaan bahan makanan hingga kelangkaan jati diri. Yang paling sering kita dengar dan juga baru terjadi adalah kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM. Kondisi ini memperparah keadaan diberbagai sektor, seperti naiknya harga kebutuhan pokok dan juga krisis listrik. Satu contoh kasus, kelangkaan bahan bakar minyak jenis premium kembali terjadi di Timika, Papua, dalam satu pekan terakhir sehingga memicu para pedagang menaikkan harga premium eceran hingga menembus Rp 35.000 per 1,5 liter. Salah satu pedagang premium eceran di Nawaripi Timika, Alimudin (30), Kamis (21/1/2010), mengatakan baru sehari menaikkan harga jual premium hingga Rp 35.000 per 1,5 liter mengingat barang tersebut makin langka dan sulit diperoleh( http://pilihanberita.blogspot.com/2010/01/haaharga-premium-di-timika-rp-35000-per.html#ixzz19zdghLT0).
Bagaimana tidak, jika konsumsi akan bahan bakar yang kita ketahui bersama merupakan bahan yang tidak dapat diolah kembali menjadi sebuah kebutuhan yang sangat mendesak diiringi semakin menipisnya cadangan bahan mentah. Baca saja pada situs berikut, http://www.mediaindonesia.com/read/2010/08/08/162071/21/2/Kelangkaan-BBM-akibat-Konsumsi-Melonjak. Memang menjadi polemik bagi kita semua bila kita terus bergantung pada minyak bumi. Maka dari itu kita harus mencari atau membuat alternatif bahan bakar. Seperti pembuatan energi seperti di China yang memanfaatkan jerami untuk dijadikan bahan bakar (http://www.andriewongso.com/awartikel-2048-AW_Corner-Jerami_Sebagai_Bahan_Bakar_Alternatif). Di Indonesia juga ada pembuatan energi alternatif, solar hijau buatan Dr Ir M. Hafnan MEng (http://www.menlh.go.id/home/index.php?option=com_content&view=article&id=3444:SOLAR-HIJAU-BAHAN-BAKAR-ALTERNATIF-BUATAN-DR.-HAFNAN&catid=43:berita&Itemid=73&lang=id). Tidak kalah dengan yang tua, teman-teman dari Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Eva Hapsari dan Annisa, membuat briket serbuk gergaji sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah dan gas.
Nah, yang jadi permasalahannya adalah mengapa bahan alternatif seperti ini tidak dipublikasikan. Ada apa dengan mu. Bayangkan saja, jika kita sudah bisa dan terbiasa dengan menggunakan bahan bakar alternatif, maka kita dapat mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Atau karena birokrasi kita yang menyulitkan itu semua sehingga publikasi tidak sampai pada masyaraat luas. Atau juga para elit (baca:pelit) yang takut tersaingi jikalau bahan bakar alternatif lebih diminati, sehingga keuntungan mereka berkurang.
Semoga saja alasannya bukan karena Inin membuat kebodohan bangsa semakin parah (lebih mudah menimbun sesuatu dengan bekerja sama dengan aparat agar tidak disita sehingga bisa dijual dengan harga tinggi). Dan semoga saja kita bisa bertindak lebih bijak dalam menggunakan bahan bakar. Amieeen,,,
(hehe,,,maaf kurang nyambung dengan judul,,,,sengaja,,,,:D)
Langganan:
Postingan (Atom)