Selasa, 21 Desember 2010

Matrialisme, Paham Menyakitkan Bagi yang "Tak Mampu"

Dari mbah Wiki bilang begini, Materialisme adalah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar adamateri. Pada dasarnya semua hal terdiri atas materi dan semua fenomena adalah hasil interaksi material. Materi adalah satu-satunya substansi. Sebagai teori materialisme termasuk paham ontologi monistik. Materialisme berbeda dengan teori ontologis yang didasarkan pada dualisme atau pluralisme. Dalam memberikan penjelasan tunggal tentang realitas, materialisme berseberangan dengan idealisme.
 jadi secara ringkas dapat saya simpulkan bahwa paham materilisme adalah pemikiran berdasarkan apa yang manusia bisa lihat, rasakan, dan juga bisa dicapai dengan beberapa usaha. Jadi bisa juga paham materilisme adalah orang yang berpandangan pada keduniawian, seperti harta, benda, dan juga kedudukan. Tentunya paham ini mengenyampingkan akan keberadaan yang ghaib. Seperti keberadaan Tuhan, hari akhi, dan sejenisnya yang berhubungan dengan akhirat.
Dilihat dari perilaku orang yang menganut paham materilisme, tentunya tidak dapat dipungkiri bahwa sebenarnya kit semus dapat berpotensi membesarkan paham ini. Kita pastinya menginginkan kehidupan di dunia yang serba wah. Dimulai dari gaya hidup yang berlomba-lomba untuk tampil mencolok dan ingin dipandang. Wajar saja kita befikiran seperti itu, karena jika tidak maka kita akan tersisihkan. Zaman sekarang sudah jarang orang yang mau dekat dengan kita apa adanya. Semua orang memandang kita berdasarkan bibit, bobot, dan bebet-nya.
Tentu saja di zaman dulu juga demikian. Semua disesuaikan dengan keadaanya. Pada zaman purba, orang yang terkuat akan memimpin kelompok dan mendapatkan segalanya. Pada abad pertengahan juga demikian, orang yang memiliki harta dan memiliki tanah yang banyak maka ia akan memperoleh apa yang ia kehendaki sehingga ia bebas melakukan kegiatan yang semenamena. Tak jauh beda dengan masa lampau, pada saat ini yang kita sebut masa demokrasi, liberalisasi (atau apalah namanya) juga demikian. Orang yang diatas akan tetap diatas sebelum sesuatu kekuatan yang besar menggoyahkannya.
Daripada kita membicarakan hal yang luas, saya akan mempersempit pembahasan ini dengan keadaan yang pastinya saudara-saudara pernah alami. Begini, pernahkah saudara sekalian ditolak cintanya (masalah cinta diambil karena sangat mudah dan menarik untuk dibicarakan) dikarenakan pihak yang anda sukai itu menyebutkan, " emangnya punya apa berani suka sama saya? ". atau dari pihak orangtuanya bilang begini, " Kerja dimana, berapa gajinya perbulan, kemarin lulusan mana? ". Nah, dengan atau tanpa disadari oleh kita bahwa perkataan tersebut adalah menjerumus pada paham materilisme. Semua diukur berdasarkan kuantitas belaka. Padahal kita ini belum tentu orang yang berpangkat dan banyak uangnya memiliki hati yang jujur seperti kita (lumayan muji sendiri, daripada tidak ada yang memuji,,,hehe,,) dan loyal atau setia sampai mati (mati sih urusan individu sebenarnya, masa mati juga harus sama-sama?hehe,,,). 
Nah, konsep yang harus kita bangun agar kita bisa membuat jiwa kita semakin kuat menghadapi serangan materilisme adalah dengan cara :
  1. Memahami konsep dasar paham Materilisme itu sendiri agar kida dapat mengetahui kekurangan paham ini.
  2. Mendekatkan diri pada Tuhan YME agar kita bisa diberikan kesabaran dan juga fikiran yang positif. Dengan fikiran positif, maka hidup ini akan terasa lebih ringan.
  3. Berfikir dan meyakini bahwa masih ada kehidupan lain sesudah di bumi ini.
  4. Melakukan hal yang positif dan membuat suatu prestasi agar orang yang dulunya menganggap remeh kita menjadi berfikir kembali atas perlakuan dan kata-kata yang telah mereka berikan kepada kita.
  5. Take it easy. Yah, namanya juga hidup, kalau tidak ada cobaan tidak akan seru.
Mungkin hanya itu saja untuk sementara ini. Semoga apa yang telah kita alami menjadi sebuah pil pahit (baca : obat kuat) untuk melanjutkan kehidupan kita yang kedepan akan semakin keras.

Pemuda Islam Boleh Menggunakan Kondom?

Penggunaan kondon sebenarnya telah sejak lama digunakan oleh manusia. Kondom dipakai orang Mesir kuno yang terbuat dari serat linen pada 1000 S.M. Tapi entah padasaat itu digunakan untuk apa. Lukisan yang menggambarkan kondom juga ditemukan pada goa di Combralles, Perancis tahun 100-200 Masehi. Penamaan Kondom masih menjadi misteri. Beberapa orang percaya itu diambil dari nama “Dr. Condom”, yang menyuplai Raja Inggris King Arthur II dengan sarung yang terbuat dari usus binatang. Sementara yang lain percaya bahwa Kondom diambil dari “Dr. Condon” atau “Kolonel Cundum”. Namun Hampir semua orang percaya bahwa Kondom berasal dari kata latin “Condom”, yang artinya “bisa dipakai”.
Pada pemahaman kita bahwa kondom digunakan sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan bagi pasangan sah yang hendak menunda momongan. tapi pada saat ini iklan layanan masyarakat yang menyarankan penggunaan kondom sebagai pencegahan penyakit menular, apalagi penyakit AIDS.
Nah, jika kita tahu bahwa kondom bisa disalah gunakan oleh oknum yang ingin "jajan", maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa akan terjadi seks bebas. Seks bebas akan membuat moral orang rusak, karena dia telah berzina. Tentunya jika mendengar kata berzina, maka sebagai orang islam maka kita akan menganggap bahwa hal tersebut dilarang.
Kalau begitu, dimana letak pembolehan penggunaan kondom.Ada sebagian ulama yang tetap bersikeras mengharamkan ''azl. Hadits-hadits yang membolehkannya bukan ditentang, namun dipermasalahkan kedudukannya. Walhasil, ketika di masa kini ada kondom, mereka pun juga ikut mengharamkannya. Namun ini hanyalah pendapat sebagian ulama saja. Tentu saja latar belakang mereka karena kehati-hatian dalam beragama.
Mengenai kondom, lihat di wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS disitu tertulis ” … Pihak produsen kondom menganjurkan bahwa pelumas berbahan minyak seperti vaselin, mentega, dan lemak babi tidak digunakan dengan kondom lateks karena bahan-bahan tersebut dapat melarutkan lateks dan membuat kondom berlubang ..” Artinya, ada sebagian dari kondom yang menggunakan pelumas berbahan lemak babi. Jadi, selama bahan yang digunakan itu tidak diharamkan, maka boleh saja digunakan.
Kondom boleh digunakan untuk orang yang ingin memberi jarak pada pasangan yang banyak memiliki anak yang banyak, sedangkan dia memiliki kertbatasan. Boleh menggunakan kondom yang saya maksud bagi pemuda muslim disini adalah bagaimana dan untuk apa digunakannya. Berikut adalah 5 penggunaan kondom yang dibolehkan (versi saya) :
1. Digunakan sebagai penyimpan air pada saat berkemping agar lebih praktis dibawa dibandingkan dengan membawa ember.
2. Digunakan sebagai sarung tangan untuk memungut sampah.
3. Digunakan untuk membungkus handphone pada saat hujan turun.
4. Digunakan sebagai hisan pengganti balon karena bentuknya unik dan terkesan lebih dewasa dibandingkan dengan menggunakan balon mickey.
5. Digunakan untuk diet dan menghemat uang jajan, sebagai pengganti permen karet. Karena awet dan kenyal untuk dikunyah.
Demikianlah penggunaan kondom yang dapat saya jabarkan. Semoga dengan tulisan saya ini dapat membuka paradigma kita tentang kondom. Silahkan komentarnya dan penambahan kegunaan yang kira-kira diperbolehkan menurut anda. Dan seharusnya kita jangan berbuat yang seharusnya kita buat.

Senin, 20 Desember 2010

Jalan, kepentingan bersama yang Eksklusif

setiap daerah pasti menginginkan kemajuan diberbagai bidang. kemajuan dalam segi fisik daerah tersebut hingga mencakup aspek terkecil. untuk membuat suatu "kemajuan" maka diperlukan adanya "dorongan" dari berbagai pihak yang terkait. dalam hal ini saya ingin menyoroti salah satu aspek "dorongan" yang dapat membuat kemajuan tersebut yaitu Jalan. Jalan yang dapat menghubungkan antara daerah yang satu dengan yang lainnya dapat menjalin komunikasi dan kerjasama diberbagai bidang.
Dengan adanya jalan yang baik, maka transportasi yang baik bisa terjaga. jika transportasi terjaga, maka distribusi akan berjalan dengan lancar, jika distribusi lancar maka pemenuhan kebutuhan bisa terpenuhi jika pemenuhan kebutusan bisa terpenuhi maka kemakmuran akan tumbuh.
perbedaan yang mencolok adalah ketika kita pergi ke kota yang besar, maka kita akan melihat betapa "mulusnya" jalan yang kita lalui. sedangkan jika kita berjalan menuju daerah yang sedang berkembang, maka keluhan akan jalan semakin bertambah. lihat saja kondisi yang sedang kita alami pada saat kita berkunjung atau melewati daerah berkembang. terlihat kontras antara perbatasan jalan yang kita lalui.
entah siapa yang bisa menjawab tantangan dari daerah berkembang ini. padahal setiap daerah sudah memiliki anggaran untuk membuat jalan yang tentunya sudah diperhitungkan oleh pihak terkait. tapi pada kenyataanya masih saja warga dibuat risau dengan kondisi yang ada.
jalan saat ini bagaikan sebuah mainan jungkat-jungkit, perbaiki di sini, rusak di sana. jadi sebenarnya apakah dana untuk jalan yang sudah ada saat ini telah benar-benar diperhitungkan. agar instansi yang terkait ini tidak perlu menambah lagi anggaran pada setiap tahunnya untuk pemulihan yang lebih besar lagi. sehingga perasaan semua pihak tidak lagi dipermainkan. karena pada saat perbaikan jalan juga banyak orang yang merasa terganggu dikarenakan terhalang aktifitasnya. semoga dengan tulisan yang masih banyak kekurangan ini bisa menjadi tolak ukur dan renungan bagi kita semua utnuk berfikir sedikit mengenai salah satu permasalahan yang sering dihadapi pada daerah berkembang.